ANALISIS WILLINGNESS TO PAY PENGUNJUNG TERHADAP PENGEMBANGAN DESA WISATA TEPUS DALAM MENDUKUNG PARIWISATA BERKELANJUTAN DI GUNUNGKIDUL
Keywords:
Willingness to Pay; Contingent Valuation Method; Pariwisata BerkelanjutanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik sosial ekonomi pengunjung Desa Wisata Tepus, mengestimasi besaran nilai kesediaan membayar (willingness to pay/WTP), dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya dalam upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan menggunakan pendekatan Contingent Valuation Method (CVM) dan regresi logistik biner, penelitian ini melibatkan 101 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70,3% responden bersedia membayar untuk pengembangan desa wisata. Berdasarkan analisis regresi logistik biner, hanya variabel besaran tawaran kontribusi (BID) yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap WTP (sig. 0,005), sedangkan variabel jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, dan persepsi lingkungan (MLP) tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Model memiliki akurasi klasifikasi sebesar 87,1% dan nilai Nagelkerke R² sebesar 0,653. Temuan ini mengimplikasikan bahwa penetapan besaran kontribusi yang tepat merupakan instrumen kunci dalam mendorong partisipasi finansial pengunjung untuk keberlanjutan Desa Wisata Tepus.
References
Abdullah, S. M. M. B., Othman, M. S. B. H. O., Zakaria, N. B., Ya'acob, F. F. B., & Alpandi, R. M. B. (2024). Assessing Tourists' Willingness to Pay for Community-Based Ecotourism: Enhancing Sustainability and Local Involvement. Information Management and Business Review, 16(1), 37–48.
Barbier, E. B., Markandya, A., & Pearce, D. W. (1997). Valuing the Environment: Methodological and Case Studies. Edward Elgar Publishing.
Carson, R. T., & Hanemann, W. M. (2005). Contingent Valuation. Dalam K. G. Mäler & J. R. Vincent (Eds.), Handbook of Environmental Economics (Vol. 2, hal. 821–936). Elsevier.
Djijono. (2002). Teknik Penilaian Kesediaan Membayar secara Kuantitatif. Gramedia.
Dosi, G. (2001). Innovation and diffusion. Dalam N. J. Smelser & P. B. Baltes (Eds.), International Encyclopedia of the Social & Behavioral Sciences (hal. 7811–7817). Elsevier.
Dribek, M., & Voltaire, L. (2017). Contingent valuation analysis of willingness to pay for beach erosion control through the Stabiplage technique: A study in Djerba (Tunisia). Ecological Economics, 138, 177–186.
Fauzi, A. (2010). Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan: Teori dan Aplikasi. Gramedia.
Fauzi, A. (2018). Valuasi Ekonomi dan Penilaian Kerusakan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (Edisi Revisi). IPB Press.
Hakim, A. (Ed.). (2022). Desa Wisata: Konsep dan Pengembangan. Rineka Cipta.
Hasdiana, U. (2018). Metodologi Penelitian. Pustaka Pelajar.
Hasibuan, M. (2014). Konservasi Sumber Daya Alam dan Kaitannya dengan Pembangunan Ekonomi. USU Press.
Hindayani, P., Bratanegara, A. S., & Pratama, A. R. (2024). Willingness To Pay (WTP) Wisatawan dalam Pelestarian Lingkungan Paska Perubahan Cagar Alam Kamojang ke Taman Wisata Alam Kamojang. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22(1), 43–49. https://doi.org/10.14710/jil.22.1.43-49
Jala, S., & Nandagiri, L. (2015). Evaluation of economic value of Pilikula Lake using travel cost and contingent valuation methods. Aquatic Procedia, 4, 1315–1321.
Medida, V. A. (2021). Willingness to Pay Pengunjung Wisatawan Andeman Boonpring dalam Upaya Pelestarian Lingkungan. Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi, 5(2), 226–235. https://doi.org/10.29408/geodika.v5i2.3998
Nuryanti, W. (1993). Concept, Perspective and Challenges: Laporan Konferensi Internasional mengenai Pariwisata Budaya. Gadjah Mada University Press.
Panwanitdumrong, K., & Chen, C. L. (2022). Are tourists willing to pay for a marine litter-free coastal attraction to achieve tourism sustainability? Case study of Libong Island, Thailand. Sustainability, 14(8), 4808. https://doi.org/10.3390/su14084808
Perni, A., Barreiro-Hurle, J., & Martínez-Paz, J. M. (2021). Economic valuation and assessment of biases in stated preference research for marine protected areas. Fisheries Research, 237, 105873.
Saputra, I. G. G., & Gunawan, R. B. (2023). Kajian Willingness to Pay wisatawan terhadap kenaikan tiket di kawasan Pura Besakih. Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas, 7(2), 313–325.
Simarmata, V., Damanik, D., & Purba, D. G. (2022). Analisis Willingness to Pay dan Persepsi Wisatawan terhadap Konservasi Gajah Aek Nauli di Kabupaten Simalungun. Jurnal Ekuilnomi, 4(1), 1–13. https://doi.org/10.36985/ekuilnomi.v4i1.332
Suksmawati, H. (2022). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata serta dampaknya terhadap perekonomian warga di Desa Kalanganyar Sidoarjo. Jurnal Bisnis Indonesia, 13(2), 3087–3096. https://doi.org/10.33005/jbi.v13i2.3447
Venkatachalam, L. (2004). The contingent valuation method: A review. Environmental Impact Assessment Review, 24(1), 89–124.
Wang, W. (2024). A study on residents' willingness for tourism ecological compensation and its influencing factors: A case study of Zhujiawan Village in the Qinba Mountain Region. International Journal of Global Economics and Management, 3(1), 422–430. https://doi.org/10.62051/ijgem.v3n1.52
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Enggal Pangestu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
